Antara Problematika Hingga Romantika

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat mengiringi perjalanan hidupku ini. Adzan demi adzan berkumandang memanggil dan menggugah jiwa-jiwa yang memiliki hati yang jernih. 2003, 2004 hingga 2008 telah berlalu terlewat begitu saja menyisakan kenangan tersendiri dalam hidupku. Kini sudah 2009 dan kinipun telah berjalan hampir setengah tahun. memang roda perputaran kehidupan ini selalu berjalan tanpa mempedulikan dunia sekitarnya.

Jogja, tak terasa aku tinggal di bumi berbudaya ini beberapa selang waktu tertentu. Suka-duka menjadi bumbu titihan hidupku yang berliku ini.  Di kota ini berdiri kokoh sebuah masjid jauh di ujung utara kota Jogja yang begitu damai. Senyum keramahan, tempat yang penuh kerindangan dan kesejukan hati, dan terjauh dari konflik yang menyesakkan.

Aku berteduh dalam kerindangan Kubah emas  di sela-sela panasnya kota jogja. Kenangan yang takkan pernah lepas dari ingatanku, di antara persimpangan problematika dan romantikapun menyatu menjadi sebuah kalimat “Kenangan indah di Jogja, Ulil Albab tempat peneduh hati di kala gersang”.

Jogja, Ulil Albab…dan sahabatku jadilah penebar senyum di kala manusia mulai bermuram durja…

Advertisement

2 Responses to “Antara Problematika Hingga Romantika”


  1. 1 wahyu May 5, 2009 at 6:47 am

    kalo nulis tambahain ~penulis di akhir tulisan yah, supaya tau sapa yang curhat ini.
    Asik asik asik, blog ini akhirnya punya nuansa baru… ayo yang lain bikin rame

  2. 2 fachri May 12, 2009 at 1:35 am

    merasakan kembali kesejukan, walau hanya dalam kenangan…makasih sodaraku..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.