Jam 22 (30-4-09) lewat sy sdh terlelap tidur (ya biasa, umar tidurnya awal).. ada SMS masuk dari saudara saya mas Firman. Tumben mas Firman SMS malam2.. waktu di buka , ternyata isi SMS nya memberitahukan bahwa istri beliau sedang dalam proses persalinan. Jujur saya waktu baca SMS ini saya senang sekali karena sebentar lagi saudara saya akan menjadi seorang Abuya (Abi) untuk putra beliau.. bagaimana ya perasaan mas Firman waktu itu…? pastilah rasa senang bercampur dengan sedikit cemas karena di satu sisi bentar lagi beliau akan jadi bpk tapi di sisi lain istri beliau sedang berjuang untuk kelahiran sang buah hati.. (perasaannya spt itu tdk mas Firman??) hehehe umar sukanya nebak2.
keesokan harinya mas Firman SMS lagi memberitahukan bahwa putranya telah lahir pada 30 april pukul 23:33 dengan berat badan 2,9 kg.. Siapakah nama putra mas Firman?? teman2 pasti sudah pada tahu ya.. Aufa.. yap itu nama dr putra pertama Abu Aufa…
Sekali lagi umar mengucapkan selamat kepada keluarga Abu Aufa yang telah diberi amanah oleh Allah melalui Aufa, semoga Aufa menjadi anak Sholih sesuai dengan doa dr Abi dan Ummi nya..
Berarti kalo ntar ketemu sama Aufa, dia manggil Ami ke Umar ya… Semoga Allah mempertemukan kita kembali… amiiin…
dicopy dari blognya umar
kapan yah kita menyusul mas Umar?
Saudaraku semuanya afwan jiddan baru sempat buka Blognya Ulil Albab lagi.
Alhamdulillah…alhamdulillah.
Putra tercintaku “Aufa Abdillah” lahir normal dan umminya juga dalam keadaan sehat pasca perjuangan yang begitu dahsyat dalam proses persalinannya.
Seperti yang dikatakan oleh akhy Umar (aminya Aufa), malam itu (malam Jum’at) tanggal 30 April ke 1 Mei 2009 merupakan malam yang sangat bersejarah. Perasaan cemas dan senang bercampur menjadi satu, tapi kalau bisa dikatakan 70% perasaan ana cemas pada malam itu. Bagaimana tidak??? melihat seorang istri tersayang dengan perjuangannya yang begitu dahsyat antara hidup dan mati berusaha melahirkan sang buah hati. yah… ana cemas dan cemas karena belum mendengar suara tangisan si buah hati, cemas karena belum tau si buah hati lahir selamat ataukah tidak, cemas karena belum tau istri melahirkan dengan normal dan selamat ataukah tidak. (InsyaAllah antum semua akan melalui detik2 seperti apa yang ana sudah lalui)
Perasaan senang….. Senang karena sebentar lagi akan melihat si buah hati, dambaan setiap insan. senang karena sebentar lagi akan mendengar suara tangisan si buah hati yang begitu merdu di telinga, senang karena sebentar lagi ana akan menjadi seorang ayah. Senang karena sebentar lagi jumlah ummat Islam bertambah 1 orang sehingga Rasulullah SAW pun senang melihat ummatnya yang banyak kelak di hari Qiyamat.
Harapan ana pada antum semua hanya satu, yaitu do’a semoga Annaku tercinta Aufa Abdillah menjadi hamba Allah yang sholeh, penegak Al Qur’an dan Sunnah di muka bumi ini.
Ini saja yang bisa ana tulis untuk kesempatan ini. InsyaAllah dilain waktu ana sambung lagi.
Oyah Akhy Ovide, cepetan nyusul ya. (jangan sampai keduluan sama Aufa, hehe…)
“Abu Aufa”
amiin, semoga sukses ya mas, jangan lupa doain kita-kita juga yg belum nikah nie..